Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan

Presiden Jokowi itu Pemimpin yang Benar-benar Amat Sangat Biasa

Presiden Jokowi itu Pemimpin yang Benar-benar Amat Sangat Biasa


Tidak ada yang spesial dari Presiden Jokowi. Ibaratnya seperti Indomie rebus kuah tanpa sayur. Tidak ada sosis, bakso, telor setengah matang, bahkan tambahan sambal. Rasanya masih otentik buatan pabrik. Mengelukannya layaknya Superman jadi pertanyaan tersendiri.

Meski begitu, kita patut bersyukur. Sebab Jokowi tidak ikut-ikutan memakai sempak merah di luar seperti Superman. Coba kalau iya, waduh bisa geger dunia persilatan. Bahkan Kapak Naga Geni 212 tidak akan mampu meredamnya.

Jadi benar tidak ada yang spesial? Betul sekali. Sekali lagi saya tekankan, Jokowi  itu sangat pas-pasan dan kurang kreatif. Misalnya saja slogan kembali ke laut yang digadang-gadang Presiden Jokowi sebenarnya sejak jaman bahola orang Indonesia juga tahu. Sebagai bukti, penduduk Indonesia tahu judul lagu nenek moyangku seorang pelaut.

Belum lagi cara ‘ngakalin’ kenaikan harga BBM yang cukup biasa. Biar gak didemo, Jokowi menyerahkan harga Premium ke pasar. Artinya kalau harga minyak mentah naik, Premium ikut naik, dan ketika harga turun, harga Premium tetap. Ditambah lagi lebih mudah cari Pertalite dibanding Premium. Coba cek di koran, tidak ada lagi mahasiswa yang demo kenaikan BBM kan?

Soal pemberantasan korupsi juga masih jalan di tempat. Pasalnya hukuman buat koruptor masih enteng dan gitu-gitu aja. Kalau tidak dipenjara ya didenda. Indonesia butuh hukum yang lebih wow. Contohnya seorang koruptor wajib memijat seratus orang perhari secara cuma-cuma. Bisa juga nyuruh mereka membersihkan WC umum.




Lha, kalau begitu kenapa Jokowi dielu-elukan banyak orang? Sederhana saja, karena kualitas pemimpin Indonesia masih banyak yang di bawah standar. Inilah penyebab pepo sering ngomong; “saya prihatin.” Ya karena itu tadi, memang bikin prihatin.

Karena banyak yang di bawah standar, pemimpin yang biasa-biasa saja jadi terlihat luar biasa. Saya sendiri cukup heran, padahal Indonesia memiliki dua ratus sekian juta orang, dan tiap lima tahun KPU rutin menggelar audisi. Tapi yang terjaring ya pemimpin yang biasa-biasa saja macam Jokowi, sisanya di bawah standar yang sekarang nginep di KPK.

Mungkinkah para calon pemimpin Indonesia yang berkualitas telah diculik alien? Atau jangan-jangan mereka tengah bersiap pergi ke Mars bareng Elon Musk? Eh, bentar. Kira-kira Mars itu datar apa bulat ya? –Ini pertanyaan serius. Barangkali pendukung flat earth bisa memberikan pencerahan.

Oleh karena itu, untuk menghindari calon pemimpin yang tidak berkualitas, mulailah dengan menyimak visi misi mereka dengan cermat. Jika perlu bandingkan. Biasanya visi misi mereka mirip-mirip. Kira-kira bunyinya seperti ini; “ingin mewujudkan pendidikan dan kesehatan gratis untuk masyarakat.” Kadang ada embel-embel membuka lapangan kerja. Pokoknya dipoles sebagus dan seindah mungkin.

Sayangnya, step-by-step mewujudkan visi misi sering tidak dijabarkan. Pantas saja ditungguin bertahun-tahun gak pernah terwujud. Wong resep masak saja panduannya lebih lengkap, mulai dari bahan, cara masak, saran penyajian, hingga lama waktu pembuatan.

Selain tidak ada panduan yang lebih detail, visi misi mereka terbilang kurang kreatif. Visi misi sekali-kali mbok yang lebih canggihan dikit. Misalnya di bidang komunikasi; menyamakan harga Indie Home dengan harga Speedy. Sedangkan di bidang kesehatan bisa dengan menumpas penyakit jomblo. Ini bukan main-main lho, WHO sendiri yang ngomong jika jomblo itu penyakit jiwa.

Karena rata-rata visi dan misinya yang ketinggalan jaman, mencari pemimpin yang berkualitas makin sulit. Inilah PR bangsa Indonesia yang belum terselesaikan sampai sekarang. Dan sampai saat ini, saya masih bertanya-tanya, siapa sih yang iseng banget ngasih PR kaya gini ke kita?

Karena itu berikanlah kritik yang membangun kepada pemimpin yang biasa-biasa saja. Kalau bisa berikan ucapan semangat; “cemungud ea kk” kepada mereka. Kasihanilah mereka, jangan sampai kualitasnya yang pas-pasan turun di bawah standar.

Ingatlah apa yang dikatakan Patrick Star, filsuf modern sekaligus sahabat karib Spongebob; “Pemujaan yang berlebihan itu tidak baik.” Ya, terlalu memuja seseorang memang tidak baik, apalagi kepada pemimpin yang biasa-biasa saja.

Ditulis oleh: Lebowski; Sumber gambar: adhi saputra

5 Anime Berbahaya yang Bisa Memicu Makar di Indonesia

5 Anime Berbahaya yang Bisa Memicu Makar di Indonesia


Judul di atas bukan mengada-ada, tapi memang benar adanya. Ingat, kata Bang Napi, “Makar bisa terjadi kapan saja, waspadalah waspadalah!” Apalagi sekarang jaman sudah maju, berbagai hasutan radikal, propaganda komunis, fitnah penasbung dan penastak, semuanya bisa diselipkan ke dalam media apapun. Salah satunya Anime.

‘Kartun’ buatan Jepang ini memang membawa pesan-pesan tersembunyi; termasuk soal Makar. Ini jelas sangat berbahaya. Apalagi Indonesia sekarang sedang gawat-gawatnya. Kemarin pihak kepolisian mengumumkan sejumlah orang yang diduga melakukan pemufakatan makar.

Oleh karena itu, saya meminta kepada Paduka Jang Mulia (PJM) Presiden Jokowi (bukan Joko Widodo), Panglima TNI, Kapolri, Mahkamah Agung, dan teman-temannya –maksudnya jajarannya-, untuk segera mengambil tindakan pencegahan alias sensor terhadap 5 Anime Berbahaya yang Bisa Picu Makar di Indonesia ini.

Oh, sekarang Indonesia sudah demokrasi ya? udah gak jaman sensor-sensoran lagi. Karena itu saya usul pemblokiran sejumlah situs gratisan tempat download Anime, baik yang lokal ataupun internasional. Sebelum bicara saya semakin melantur, sebaiknya kalian langsung simak saja daftar anime berbahaya ini:

One Piece

5 Anime Berbahaya yang Bisa Memicu Makar di Indonesia
Sumber gambar: Jawavs

Anime ini super duper berbahaya. Konten makar yang dikandungnya begitu kental, sekental kecap Bango. Bayangin aja, tokoh utamanya itu sekelompok bajak laut dan lawannya pemerintah dunia. Luffy, sang kapten, memutuskan terang-terangan menantang pemerintah dengan cara membakar bendera mereka di Pulau Pengadilan Enies Lobby.

Perlawanan terhadap pemerintah dunia juga dilakukan Shirohige, bajak laut kawakan dari New World. Ia memutuskan mengangkat senjata karena tidak terima anak buahnya, Ace, dihukum mati. Lihat kan, nilai-nilai makar sangat kentara di anime ini.

Sampai saat ini petualangan Luffy and the gengs masih berlanjut. Masih belum terlihat ujung cerita One Piece. Buat yang ingin nonton bisa langsung googling One Piece di Google. Deretan situs download anime sub Indo langsung bisa kalian dapati.

Akame Ga Kill

5 Anime Berbahaya yang Bisa Memicu Makar di Indonesia
Sumber gambar: Zerochan

Cerita Akame Ga Kill juga tidak kalah berbahaya dari One Piece. Tokoh utamanya yaitu Tatsumi, anak dusun yang bergabung dengan kelompok pemberontak Night Watch. Kisah di anime ini berfokus pada usaha Night Watch dalam menggulingkan raja.

Unsur-unsur pemberontakan di Akame Ga Kill sangat terang, seterang lampu Phillips. Versi anime Akame Ga Kill sendiri sudah tamat dengan original ending. Sedangkan untuk versi manga masih berlanjut.

Rating anime ini cukup tinggi di Myanimelist, mencapai skor 7.84. Artinya Akame Ga Kill lebih dari layak untuk kamu tonton. Salah satu anime bagus yang bisa menginspirasi perbuatan makar.

Magi: The Labyrint of Magic

5 Anime Berbahaya yang Bisa Memicu Makar di Indonesia
Sumber gambar: 1Zoom

Anime ini sebenarnya sudah sampai dua season. Namun yang paling mungkin bisa memicu makar adalah season yang pertama. Dimana Aladin terjebak di tengah-tengah pemberontakan yang terjadi di Balbadd. Gilanya sang pemimpin pemberontak adalah Alibaba, sahabat Aladin.

Pemicunya karena ketidakadilan yang diakibatkan sistem monarkhi. Kemiskinan dan kelaparan menjadi makanan sehari-hari rakyat Balbadd. Kejadian ini mengingatkan saya kepada kalimat seorang tokoh politik, “Perut yang lapar bukan nasehat politik yang baik.”

Secara keseluruhan, anime ini sangat menarik. Mengingat setting lokasinya bernuansa timur tengah. Jarang sekali anime yang punya sentuhan budaya timteng. Anime yang sangat direkomendasikan untuk ditonton.

Full Metal Alchemist

5 Anime Berbahaya yang Bisa Memicu Makar di Indonesia
Sumber gambar: Edgar

Full Metal Alchemist sama buruknya dengan anime-anime yang telah disebutkan di atas. Ceritanya mengenai Elric bersaudara yang mencoba mengembalikan tubuh mereka yang hilang. Penyebabnya adalah tindakan mereka yang ingin menghidupkan sang ibu. Tindakan yang dianggap tabu dalam alkimia.


Kisah ini diakhiri dengan pemberontakan dan penggulingan kekuasaan terhadap King Braddley. Anime ini harus diwaspadai mengingat pemberontakan bisa terjadi kapan saja dan dilakukan siapa saja. Asalkan mereka memiliki tempat dan waktu yang tepat.

Code Geass

5 Anime Berbahaya yang Bisa Memicu Makar di Indonesia
Sumber gambar: Wall.Alphacoder

Anime ini juga sudah tamat. Bahkan lebih seru versi animenya dibanding versi manga. Yang paling berbahaya dari Code Geass dibanding anime-anime lain yaitu kisahnya yang detail dan penuh konspirasi. Layaknya panduan step-by-step membuat nasi goreng lengkap dengan takaran bumbunya.

Ceritanya seperti ini: negara adi kuasa Britania berhasil menguasai setengah planet bumi. Kelakuan negara ini layaknya orang Belanda ketika menjajah Indonesia. Sangat jahat dan kejam. Karena itu sejumlah orang memutuskan angkat senjata melawan Britania.

Tokoh utama Code Geass yaitu Lelouch, pangeran Britania yang dibuang ayahnya. Dengan menyamar menjadi Zero, ia berhail membentuk kelompok Ksatria Hitam yang bertujuan membebaskan Jepang dari genggaman Britania.


Ending Anime ini sangat tidak terduga. Bahkan penulis saja sempat menitikan air mata gara-gara kelilipan. Namun syukurlah anime ini kalah populer dengan One Piece. Coba kalau tidak. Mungkin Jokowi sudah lengser sekarang ini. Tuhan memang masih memberkati Indonesia Raya.

****

Daftar di atas bisa saja bertambah seiring penulis mau menambahkannya. Mungkin besok, mungkin lusa, atau mungkin tidak akan pernah. Aktivis mahasiswa yang kurang kreatif juga bisa mencontek metode-metode yang dijabarkan yang ada di anime-anime tersebut.

Biar demo kalian lebih asyik dan jauh dari rusuh. Memang gagah sih kalau masuk koran. Tapi itu sudah bukan jamannya. Soal ini akan saya tulis lain kali saja.

Ditulis oleh: Lebowski; Sumber gambar: Eric Constantineau

Cita-citaku Ingin Jadi Joko Widodo, Bukan Jokowi

Cita-citaku Ingin Jadi Joko Widodo, Bukan Jokowi


Saya masih ingat sebuah lelucon mengenai cita-cita yang ada di internet. Bunyinya seperti ini; “Kalau kau punya cita-cita, gantungkanlah setinggi langit. Karna jika kau jatuh, jatuhlah kau ke dalam kubangan Bir Bintang.

Lawakan ini ada benarnya, oleh karena itu saya terus pegang erat. Sekarang, coba tanyakan pada anak-anak; “Ketika besar, kalian ingin jadi apa?”  Kompak mereka jawab; polisi, tentara, atau dokter. Memang ada yang ganjil, yang cita-citanya setinggi tanah. Tapi jumlahnya tidak seberapa.

Dulu saya juga demikian. Ketika duduk di bangku kelas tiga SD, guru saya bertanya kepada satu kelas; “Apa cita-cita kalian?” Jawaban anak-anak tidak jauh dari polisi ya dokter, kecuali saya dan beberapa orang.

Dengan enteng saya jawab; “Ingin jadi presiden ibu guru.” Saya sangat bersyukur, karena saat itu Soeharto sudah lengser, jadi kesempatan menjadi presiden itu masuk akal. Coba bayangkan jika jawaban itu muncul di era Orde Baru, barangkali bapak presiden bakal bilang saya melakukan permufakatan makar. Serem kan?

Seandainya saat ini saya masih duduk di SD, barangkali jawaban yang dilontarkan mungkin sedikit berubah; “Ingin jadi Jokowi, Presiden Republik Indonesia”. Sayangnya, beberapa waktu yang lalu saya sudah tidak ingin menjadi presiden.

Bukan karena saya tidak segagah SBY atau sekaya Bung Ical. Bukan. Wong Jokowi saja yang cungkring dan klemar-klemer juga bisa jadi presiden kok. Kekayaannya juga tidak seberapa. Perubahan ini tidak bisa dilepaskan dari andil Joko Widodo.
           
Lho? Bukanya Jokowi dan Joko Widodo orang yang sama? Nah, ini dia! Kalau pikiranmu seperti itu, pasti kamu kebanyakan ngetwit pake hastag #save dan ngejekin orang penasbung dan penastak. Keduanya jelas beda dong.
           
Jokowi itu mantan walikota Solo yang juga mantan Gubernur Jakarta yang sekarang jadi petugas partai yang sedang ditugaskan sebagai presiden. Mantannya sudah dua –jabatan, bukan yang lain-. Gemarnya ngomong “bukan urusan saya.” Seorang politisi dan pemimpin yang benar-benar amat sangat biasa saja.
           
Karena itu, setelah ditimbang berulang kali, saya tidak ingin (lagi) jadi presiden kaya Jokowi tapi jadi Joko Widodo, orang Solo lulusan UGM yang rumahnya pernah digusur sampe tiga kali dan kerja jadi pengusaha mebel.
           
Setelah baca sampai paragraf di atas, para pendukung Jokowi pasti langsung mengelu-ngelukan tulisan ini dan orang-orang yang kontra langsung pada nyinyir. Orang Indonesia hari ini memang aneh, memandang politik seperti seorang suporter sepak bola.

Tribun sini isinya para pendukung fanatik, kubu sebelah isinya pengkritik yang fanatik. Keduanya tidak bisa menerima kelebihan dan kekurangan kesebelasan yang didukung. Untung saja saya suka nonton di tribun VIP. Kadang muji kadang nyinyir, tapi seringkali lebih dianggap sebagai hiburan.

Cita-citaku Ingin Jadi Joko Widodo, Bukan Jokowi


Lalu apa sih bagusnya Joko Widodo dibanding Jokowi? Pertama Joko Widodo itu Kapitalis. Ya meski tidak selevel dengan pemilik Djarum ataupun Gudang Garam. Sebagai Kapitalis, Joko Widodo sukses menghisap kaum buruh dengan dalih membuka lapangan pekerjaan.

Meski lagi-lagi upahnya tidak seberapa. Ingat sisa keuntungan (nilai lebih) yang paling banyak selalu masuk ke kantong sang empunya bisnis. Walau gajinya tidak seberapa, lulusan S1 saja pada tahun 2016 gajinya cuma Rp2 juta di Solo, tapi bisa kasih makan ke keluarga orang.

Kedua; mempertahankan sekaligus memperbanyak kekayaan merupakan hal yang penting bagi seorang Kapitalis. Itu kenapa Gibran, anak pertamanya, didorong oleh Joko Widodo jadi pebisnis martabak. Bukan komisaris BUMN. Bayangin aja kalau jadi komisaris, ketika presidennya ganti kelar dah pekerjaan lu.

Anaknya yang paling bungsu, Kaesang, juga tidak jadi komisaris apalagi PNS. Cukup Youtuber. Pekerjaan yang bakal ngetren pada tahun-tahun mendatang. Kalau dia emang pintar, pake popularitas bapaknya biar channel Youtube-nya makin rame.

Kelebihan Joko Widodo yang ketiga dan yang paling penting; kerja sampingan sebagai presiden. Sebagai seorang Kapitalis, usaha Joko Widodo terbilang bagus. Bahkan gerai martabak anaknya sudah buka cabang hingga luar Jawa. Pendapatannya pastilah sederas sungai Bengawan Solo. Tidak perlu khawatir besok mau makan apa, berbeda 180 derajat dengan saya.

Dengan kata lain, Joko Widodo telah bebas secara finansial pada umur 55 tahun. Sekarang ini seharusnya dia berleha-leha di rumah sambil nimang cucu. Tapi dasar Kapitalis ngehek, kalau bisa dapat duit puluhan juta kenapa ditolak?

Bedanya, kalau Kapitalis-Kapitalis sukses suka bikin buku atau jadi motivator, si Joko Widodo malah pilih jadi presiden. Gajinya memang kalah gede, tapi lumayanlah masih dapat sripilan di luar bisnis mebel.

Barangkali (juga) karena bayaran jadi presiden lebih kecil dibanding motivator, pengusaha mebel ini sekarang mulai merambah ke endorse berbagai produk. Sebut saja jaket Bomber, payung biru, dan yang paling baru sandal biru. Hebatnya produk-produk tersebut langsung amblas diborong konsumen. Mantap emang.

Ya meski akhir-akhir ini media sekuler mengkait-kaitkan warna biru payung dan sandal dengan SBY dan partai Demokrat, tapi saya pikir itu cuma metode marketing saja. Namanya juga Kapitalis, soal jualan pasti jagolah.

Jadi buat kamu yang butuh jasa marketing ampuh, bisa dicoba kontak Istana Merdeka. Tidak jelas memang berapa tarif endorse perproduk. Tapi mungkin bisalah dapat diskon beberapa persen. Bilang saja “Pak katanya njenengan cinta produk Indonesia, masa bantu promosinya aja kudu bayar mahal?”

Kira-kira itulah alasan kenapa saya memilih bercita-cita ingin jadi Joko Widodo, Kapitalis yang nyambi jadi presiden. Bukan terbalik, jadi presiden yang nyambi Kapitalis. Paling tidak, kalau gagal jadi Kapitalis, bisalah jadi presiden. Dengan kata lain, masih bisa nyebur ke kubangan Bir Bintang setelah jatuh dari langit.

Dasar penulis brengsek! tulisan ini keterlaluan bagus buat Joko Widodo nih! Bentar, sabar bro, tunggu saja tulisan selanjutnya ‘Kenapa Saya Tidak Suka Jokowi’. Maka dari itu, terus pantengin blog ini.

Ditulis oleh: Lebowski ; Sumber gambar: Donkey Hotey dan Ahmad Syauki

Kisah dari Planet Asing

Kisah dari Planet Asing


Once upon a time, tersebutlah sebuah planet yang amat jauh dari Bumi. Saking jauhnya, tidak ada pengggaris yang mampu mengukurnya. Jangan heran jika teleskop secanggih apapun juga tidak mampu mendeteksi planet tersebut. Hanya melalui terawangan Ki Joko Bodho saja planet itu dapat dilihat.

Selain sukar ditemukan, planet tersebut juga memiliki bentuk yang anti mainstream; Kotak. Bahkan tidak ditemukan tanda-tanda kemiripan dengan tahu bulat. Mungkin gara-gara tidak digoreng dadakan.

Bisa kamu bayangkan betapa kerennya planet tersebut? Gak bisa bayangin? Contoh berikut mungkin bisa sedikit membantu.

Salah satu contoh betapa cool-nya planet tersebut yaitu jokes garing dari Planet Bumi  tentang jombloers, “Tenang aja, di sudut bumi ini masih ada kok yang bisa menerima kamu dan mencintaimu apa adanya, namun sayangnya bumi itu bulat,” - tidak berlaku.

Karena jelas-jelas planet tersebut berbentuk KOTAK. Artinya ada empat sudut yang dapat ditemukan. Jadi buat jombloers, berkemaslah dan segera pindah kewarganegaraan ke Amerika Serikat. Karna barangkali NASA mau mengekspor kaum jomblo ke planet kotak tersebut. Ingat, sekarang Trump presidennya. Bisa saja program ekspor jomblo masuk ke daftar prioritas Amerika tahun depan.

Planet kotak tersebut juga punya nama. Namanya -setelah penulis berkonsultasi dengan berbagai dukun, mulai dari dukun santet, dukun bayi sampai dukun cabul- yaitu Planet %$*^.  Seperti halnya Planet Bumi, planet tersebut juga berpenghuni.

Planet %$*^ dihuni oleh makhluk cerdas bernama CusCus! atau M(^%&$. Rupa CusCus! juga tidak semengerikan bayangan alien di film-film barat. Tubuh CusCus! Bulat (sebulat tahu) dengan sepasang kaki dan tangan yang ramping. Kulit mereka berwarna hijau cerah.

Kisah dari Planet Asing


Untuk kebutuhan komunukasi, CusCus! menggunakan bahasa MMM, bahasa yang paling sulit dan rumit yang ada di alam semesta. Karena tidak ada konsonan dan aturan tata bahasa. Benar-benar bebas. Tidak heran jika CusCus! tidak mengerti apa yang dikatakan oleh CusCus! lain.

Itulah kenapa debat tidak penting dan perang tidak pernah terjadi. Planet %$*^ selalu diliputi kedamaian. Tidak ada perselisihan, bahkan tidak ada gossip-smakin digosok semakin sip-. Istilahnya gemah ripah loh jinawi.

Hebatnya, di sana juga tidak ada sekolah, universitas TK, Paud dan semacamnya. Pokoknya yang berbau tempat khusus untuk menuntut ilmu itu tidak ada. Alasanya? Karena setiap CusCus! itu cerdas sejak lahir.

Jadi keberadaan sekolah merupakan penghinaan atas kecerdasan mereka. Sebagai bukti kecerdasaan mereka, setiap CusCus! diberikan gelar %R^&ruyr atau setara profesor di Planet Bumi.  

Lalu bagaimana caranya mereka bertahan hidup? Hidup berarti membicarakan dua persoalan, makan dan beregenerasi. Makanan CusCus sangat unik. Mereka hanya makan bakteri dan virus. Itulah kenapa mereka jarang mandi. Tujuannya jelas, agar tubuh mereka menjadi sarang bakteri.

CusCus! beregenerasi dengan cara membelah diri. Mirip Protozoa. Namun CusCus! tidak bisa seenaknya membelah diri, karena bisa mengakibatkan ledakan penduduk. Mereka sangat ketat soal aturan ini. Jangan Planet %$*^ overload penduduk seperti Planet Bumi gara-gara penduduknya tidak ikutan program KB.

Dalam aturan itu, mereka hanya diperbolehkan membelah diri sebanyak satu kali seumur hidup. Dan anaknya, baru boleh membelah diri ketika orang tua mereka mati. Sayangnya umur CusCus sendiri sangat lama. Bisa ribuan tahun. Oleh karena itu, mereka jarang membelah diri. Inilah alasan kenapa Planet %$*^ tidak seramai Jakarta.

Untuk mengatasi rasa bosan, CusCus! gemar travelling ke planet-planet yang ada di alam semesta. Salah satunya ke Bumi yang ada di Galaksi Bima Sakti. Mereka menggunakan pesawat khusus untuk sampai kemari. Ukurannya kecil, sebesar biji buah Salak.

Jadi kalau kamu tiba-tiba kejatuhan biji Salak di jalan, hati-hati saja. Mungkin itu bukanlah biji, tapi pesawat luar angkasa milik CusCus! Mulailah waspda dengan hal-hal di sekitarmu.

Setiap mampir ke Bumi, mereka selalu menyempatkan diri pergi ke koloni CusCus!. Letaknya di atap Istana Merdeka. Tepatnya di atap kamar tidur Paduka Jang Mulia (PJM) Jokowi -saya curiga jika Jokowi itu robotyang dikendalikan CusCus!. Itulah kenapa sampai sekarang tidak ada orang yang mampu menemukan alien di Bumi.

Bukan karena teknologi kita kurang canggih, atau alien itu cuma mitos. Namun karena mereka dijaga Paspampres. Siap-siap saja ditembak Paspampres kalo berani datang ke koloni CusCus!.

Ini merupakan bukti kecerdasan CusCus! Mereka dengan ciamik mengadopsi slogan Freemason, ‘pilihlah tempat yang paling tidak masuk akal untuk menyembunyikan sesuatu’. Fakta ini juga baru penulis ketahui lewat wangsit kemarin malam.

Lalu apa yang mereka lakukan sewaktu di Bumi? Jelas travelling. Wong di atas juga sudah ditulis kok. Di Bumi, CusCus! selalu jalan-jalan ke berbagai tempat wisata sekaligus mencoba kuliner khas setempat (baca: bakteri orang Indonesia). Soal ini, mungkin lain kali penulis ceritakan.

Itulah cerita singkat mengenai Planet %$*^ dan sepak terjang penduduknya. Karena penulis baik, kisah ini tidak ditulis dalam bahasa ‘MMM’ CusCus!. Bye.

Ditulis oleh: Lebowski ; Sumber gambar: Pascal dan Antonio Hidalgo